qur'an

Keajaiban Gunung dalam Al-Qur’an

Lebihbaik.net – Seharusnya kita lebih banyak bersyukur kepada Allah SWT daripada mengeluh. Karena nikmat yang sudah Allah berikan sudah tidak dapat kita hitung satu-persatu lagi. Namun kebanyakan dari kita selalu saja merasa kurang dan meminta lebih dan lebih lagi. Allah juga sudah membuatkan tempat tinggal sementara kita yang disebut Bumi. Di bumi ini tidaklah selalu rata, ada lembah, bukit, serta gunung. Ada rahasia apakah dibalik gunung? Berkut Ulasannya :

 

Penelitian yg dilakukan oleh seorang ahli Geophysicist asal Washington, Amerika Serikat bernama Profesor Emeritus Frank Press. Dalam bukunya yg berjudul Earth, Emeritus mengungkapkan bahwa gunung memiliki akar yg menghujam ke dalam bumi maka menyerupai pasak. Pasak atau paku besar yakni benda yg menancap ke dalam sehingga kepala yg kelihatan di luar selalu lebih pendek dari panjang pasak yg menghujam ke dalam.

Ilmu pengetahuan baru ini makin menguatkan kebenaran dalam Al-Qur’an yg telah memaparkan wawasan tersebut sejak 1400 th silam. Allah SWT dalam surat An Naba’ mengemukakan bahwa Ia membuat gunung juga sebagai pasak di bumi.

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS. An Naba’ : 6-7)

Ketika selama ini beberapa orang cuma takjub pada ketinggian gunung, tetapi Al-Qur’an mementahkan kekaguman yg kecil itu. Nyata-nyatanya bukan tingginya, namun kedalaman akar gunung yg menghujam 15 kali lipat dari tinggi di atas permukaan bumi, itulah yg lebih dahsyat.

Para ahli geofisika menemukan fakta bahwa kerak bumi berubah terus dgn terori lempeng tektonik yg menyebabkan asumsi bahwa gunung memiliki akar yg berperan menghentikan kegiatan horizontal atau Litosfer. Teori lempeng tektonik menyatakan, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yg menjadikan lembaran-lembaran kayu masih menyatu. Penemuan ini pula makin memperkuat bukti Al-Qur’an QS. Al Anbiya : 31.

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk” (QS. Al Anbiya: 31)

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk” (Surat An-Nahl:15)

Gunung Selalu Bergerak

Walau jadi pasak, tetapi gunung tak diam namun selalu senantiasa bergerak & mengikuti pergerakan lempeng benua di atas lapisan pagma seolah awan yg bergerak diatas langit. Pada awal abad ke-20, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang ilmuwan Jerman bernama Alfred Wegener mengatakan bahwa benua-benua pada permukaan bumi menyatu kepada masa-masa awal bumi, tapi selanjutnya bergeser ke arah yg berbeda-beda maka terpisah dikala mereka bergerak saling menjauhi. Lempengan-lempengan tersebut terus-menerus bergerak, & membuahkan perubahan kepada geografi bumi dengan cara perlahan. Bukankah ini pula menguatkan ayat Allah An Naml : 88 ?

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An Naml:88)

Walau Dekat dengan Matahari, Salju di Puncak Gunung Tak Mencair

Gunung kebanyakan mempunyai hutan & aneka hewan yg berada di dalamnya. Tetapi bukan saja nuansa hijau, namun masihlah ada sebahagian besar yg menutupi puncaknya, merupakan salju. Dari sinilah kita mampu mempelajari satu dari nikmat Allah yg diberikan terhadap kita. Di puncak gunung yg tinggi, salju tak mencair & selalu melimpah. Padahal posisinya yg dekat dgn matahari, seharusnya lebih panas dengan dataran di bawah gunung. Tapi faktanya, rendahnya tekanan udara di atas gunung, sehingga menciptakan kerapatan udara serta rendah. Yg berakibat rendahnya kekuatan untuk menyerap kapabilitas panas matahari.

.

Ini menjawab bahwa udara dapat menangkap panas matahari, semakin padat kerapatannya sehingga makin banyak panas matahari yg diserap. & semakin tinggi puncak gunung, semakin rendah kerapatan udaranya..

Itu tadi adalah ulasan tentang Keajaiban Gunung dalam Al-Qur’an. SubhanaAllah. Sungguh masih banyak yang tidak kita ketahui. Seharusnya dengan mengetahui hal tersebut kita harusnya menambah keimanan kita dan juga senantiasa berdzikir kepada Allah. Oh iya, artikel ini ada lanjutannya. Yaitu Keajaiban Gunung dalam Al-Qur’an (2). Karena keterbatasan ruang dan waktu, maka artikel ini dibagi menjadi 2. Semoga kelak diakhirat kita semua, ayah ibu kita, orang yang kita sayang, orang yang sayang kita dari panasnya api neraka. Amin Ya Rabbal Alamin.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari). Maka tunggu apa lagi, ayo kita bagikan kepada teman teman kita agar kita menjadi sosok yang LEBIHBERIMAN. Dan juga ilmu yang bermanfaat merupakan pahala yang tetap mengalir walaupun kita sudah tiada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *