qur'an

Keajaiban Gunung dalam Al-Qur’an (2)

Lebihbaik.net – Sekilas kemarin sudah kita ulas mengenai Keajaiban Gunung Dalam Al-Qur’an. Sungguh banyak keajaiban Gunung yang baru kita tahu, seperti bahwa gunung selalu bergerak. Dahulu kita berfikir gunung itu tetap pada posisinya, namun ternyata bukan. Ada juga bahwa Salju diatas gunung tidak mencair karena rapatnya struktur udara diatas gunung. Berikut adalah lanjutan Keajaiban Gunung dalam Al-Qur’an:

 

Gunung Berapi dibawah Laut

Selain keajaiban di daratan, Allah SWT menunjukan kebesarannya dgn membuat gunung berapi di bawah laut. Menurut catatan, ada 5000 gunung di bawah laut yg letaknya menyebar di bermacam belahan dunia. Gunung dibawah laut kerap ditemukan di cekungan laut, bahkan pun ada yg ditemukan di kerak samudera. Dari jumlah tersebut, yaitu gunung berapi yg tetap aktif sampai kini. Gunung dibawah laut yaitu gunung yg naik dari dasar laut, tapi tak hingga mencuat hingga ke atas permukaan air.

Diperkirakan gunung di bawah laut ini telah terbentuk sejak jutaan thn dulu. Terutama kedalam 1000 hingga antara 4000 dari dasar laut. Gunung dibawah laut rata rata berbentuk seperti kerucut lantaran adanya proses vulkanik.

Kawasan gunung di bawah laut memang lah jadi objek penelitian, sebab kebanyakan di sana terdapat ekosistem yg langka, bahan tambang yg tinggi & keanekanragaman satwa laut.

Demikian mahabesarnya Allah dalam penciptaan gunung ini, & jadi pengingat kita buat senantiasa bertasbih kepadanya.

Gunung Jadi Perumpamaan

Dalam Alquran, gunung memiliki makna tertentu & menjadi tempat dari peristiwa penting. Salah satunya gunung sbg perumpaan beratnya penerima amanah. Sepert tertuang dalam surat QS. Al-Ahzab : 72-73.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh. Sehingga Allah mengadzab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan. Dan Allah Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS. Al-Ahzab: 72-73).

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (QS: Al-Hasyr Ayat: 21)

Syariat yg dibebankan pada manusia adalah amanah, yang merupakan amanah syariat itu wajib dipikul & ditunaikan, tak boleh disia-siakan & diterlantarkan terlebih di tolak & diingkari.Benar-benar amanah tersebut tak ringan, sampai langit, bumi & gunung juga tak dapat utk memikulnya. Tetapi bagi yg ingin menunaikannya, Allah SWT dapat memberikan ampunan terhadapnya, serta pahala yg besar, surga & ridhonya. Sebaliknya siapa yg melupakan amanah dapat ditimpakan azab atasnya.

Gunung pula jadi fenomena yg pantas diamati yang merupakan bentuk kebesaran Allah SWT dalam membuat alam semesta. Allah memerintahkan agar manusia menyaksikan makhluk-makhluk ciptaannya biar manusia melihat keagungan dan kekuasaan-Nya.

Gunung Bertasbih

Gunung juga disebutkan dalam sekian banyak ayat dalam Al-qur’an bertasbih dgn Nabi Daud, seperti dalam surat An Anbiya’ ayat 79

“maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya.” (QS. Al-Anbiya : 79)

 

“Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,” (QS. Sad : 18)

Allah sudah membuat alam semesta & Kepada-Nya lah unsur-unsur alam semesta ini tunduk & memuji kepada Allah SWT pula membesarkan nama penciptanya. Di dalam bahasa di dalam bahasa yg kita tak sanggup mengetahuinya. Yakni mukjizat Nabi Daud AS maka binatang-binatang, jin-jin & bahkan gunung-gunung mengikutinya dalam bertasbih terhadap Allah SWT.

Gunung Menjadi Tempat Allah Menampakan Diri kepada Nabi Musa

Gunung jadi ruangan Allah SWT memperlihatkan kebesaran-Nya & menyadarkan Nabi Musa AS utk bertaubat. Ini dijelaskan dalam surat (QS : Al-A’raf Ayat : 143)

“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: “Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Tuhan berfirman: “Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: “Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman”. (QS: Al-A’raf Ayat: 143)

Allah SWT demikian mengingatkan demikian pentingnya gunung bagi kehidupan umat manusia. Bahkan Allah menyebut gunung dalam Al-Qur’an. Seluruhnya ciptaan itu ada tujuannya supaya manusia sujud terhadap penyembahan yg sebenarnya.

Itu tadi adalah ulasan tentang Keajaiban Gunung dalam Al-Qur’an. Begitu banyak hal yang tidak ketahui tentang kehidupan ini. Seharusnya dengan begitu kita menambah iman kita kepada Allah SWT. Semoga kelak di akhirat kita semua, ayah ibu kita, keluarga kita, orang yang kita sayang, orang yang sayang kita, terselamatkan dari azab kubur dan panasnya api neraka. Amin.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari). Maka tunggu apa lagi, ayo kita bagikan kepada teman teman kita agar kita menjadi sosok yang Lebihbaik. Dan juga ilmu yang bermanfaat merupakan pahala yang tetap mengalir walaupun kita sudah tiada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *