shalat dhuhur

Kapan Wanita Mulai Shalat Dzuhur di Hari Jum’at?

Lebihbaik.net – Hari jum’at merupakan hari yang istimewa di dalam Islam. Untuk yang laki – laki mengerjakan sholat Jum’at di masjid. Lalu untuk yang perempuan tidak wajib mengerjakannya, sebagai gantinya melaksanakan shalat dhuhur di rumah. Namun banyak perempuan beranggapan shalat dhuhur dimulai ketika para jama’ah jumat sudah pulang. Apakah hal itu benar? Berikut Ulasannya:

 

Sebahagian perempuan berpendapat bahwa pada hri Jum’at ketika mengerjakan shalat Dzuhur mereka mengakhirkan hingga selesai shalat Jum’at dgn keyakinan bahwa shalat Dzuhur sebelum shalat Jum’at selesai dilarang & tidak sah. Tetapi sebahagian lain menyampaikan bahwa mengerjakan shalat Dzuhur pada hri Jum’at seperti disaat shalat dzuhur di hri lain, takbutuh menunggu shalat Jum’at selesai. Sehingga apa sebenarnya hukum permasalahan ini menurut syariat?

Disarikan dari beragam sumber inilah penjelasan kapan perempuan sejak mulai shalat Dzuhur di hri Jum’at?

Kita sudah mengetahui bahwa shalat Jumat tidaklah wajib bagi muslimah. Juga Sebagai gantinya, ia lakukan shalat Dzuhur (empat rakaat) di rumahnya. Teramat Sering ditanyakan oleh para perempuan, kapan mulainya shalat Dzuhur tersebut? Apakah disaat sudah masuk ketika Dzuhur atau mungkin menunggu hingga shalat Jumat para laki laki di tempat ibadah selesai?

Shalat termasuk juga ibadah yg sudah ditetapkan waktunya.

Allah berfirman,

“Sesungguhnya shalat adalah kewajiban bagi kaum mukminin yang telah ditetapkan waktunya.” (QS. An-Nisa: 103).

Ibnu Mas’ud menyampaikan : “Sesungguhnya shalat memiliki waktu khusus, sebagaimana haji juga memiliki waktu khusus.” (Tafsir Ibn Katsir, 2:403)

Diwaktu zuhur dimulai sejak zawal (matahari tergelicir ke arah Barat) hingga bayangan benda sama dgn tinggi bendanya. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Waktu zuhur, sejak matahari tergelincir sampai bayangan orang sama dengan tingginya, sebelum masuk waktu asar.” (HR. Muslim no. 612).

Dari keterangan diatas, para perempuan & orang yg tak wajib jumatan, seperti orang sakit atau musafir, mereka mampu mengawali shalat zuhur sesudah masuk disaat zuhur, walaupun boleh jadi jumatan belum selesai. Lebih-lebih, di sekian banyak daerah semacam Djogja, jumatan disepakati utk dimulai cocok jam 12.00. padahal terkadang zuhur dimulai sebelum jam 12.00.

Nyaris sama dari uraian di atas. Al Lajnah Ad Daimah di Kerajaan Saudi Arabia sempat ditanya,

“Apa hukum menunaikan shalat jumat bagi wanita? Apakah ia melaksanakannya sebelum atau sesudah shalat para pria atau ia shalat bersama mereka (kaum pria)?”

Jawaban yg di sampaikan oleh para ulama komisi fatwa Al Lajnah Ad Daimah,

“Wanita tidak wajib melaksanakan shalat Jum’at. Namun jika wanita melaksanakan shalat Jumat bersama imam shalat Jumat, shalatnya tetap dinilai sah. Jika ia shalat di rumahnya, maka ia kerjakan shalat Dzuhur empat rakaat. Ia boleh mulai mengerjakan shalat Dzuhur tadi setelah masuk waktu Zhuhur, yaitu setelah matahari tergelincir ke barat (waktu zawal). Dan sekali lagi dia tidak boleh laksanakan shalat jumat (di rumah) sebagaimana maksud keterangan sebelumnya.

 

Wa billahit taufiq. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”

Fatwa diatas ditandatangani oleh Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz selaku ketua, Syaikh ‘Abdur Rozaq ‘Afifi selaku wakil ketua, Syaikh ‘Abdullah bin Ghudayan selaku anggota & Syaikh ‘Abdullah bin Qu’ud selaku anggota.

[Fatwa Al Lajnah Ad Daimah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, 8/212, no. 4147, pertanyaan kedua]

Jadi, Seseorang perempuan boleh lakukan shalat Zhuhur ketika hri Jumat di rumah sejak mulai masuk saat Zhuhurtak harus menunggu hingga para jamaah laki-laki selesai menunaikan shalat Jumat. Perihal yg sama berlaku bagi orang yg udzur tak mampu melakukan shalat Jumat seperti orang yg sakit.

Itu tadi adalah ulasan tentang Kapan Wanita Mulai Shalat Dzuhur di Hari Jum’at. Semoga aritkel ini dapat membantu para muslimah dan juga menjadikan diri kita menjadi lebihberiman. Semoga kelak di akhirat Allah berkenan untuk menyelamatkan kita dari panasnya api neraka. Amin.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, yang artinya: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari). Maka tunggu apa lagi, ayo kita bagikan kepada teman teman kita agar kita menjadi sosok yang lebihbaik. Dan juga ilmu yang bermanfaat merupakan pahala yang tetap mengalir walaupun kita sudah tiada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *